November 2011
13 posts
- him: pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?
- her: pernikahan yang membuatmu menjadi milikku selamanya
- cewek: dia benar benar baik dan lucu. aku nyaman bersamanya. dialah yang aku inginkan selama ini
- cowok: badan nya begitu sintal dan menggairahkan. aku akan meniduri-nya
- Him: oh.. Hai, kamu ngagetin aja sih..
- Her: oh ya? Maaf seharusnya kamu ga perlu kaget gitu dong.. Ini kan juga tempat faforitku
- Him: iya, kamu bener, aku cuma ga nyangka kamu masih sering ke sini setelah kita putus setahun yang lalu
- Her: yaah begitulah.. Semua ini kan kenangan kita juga.. Saat saat kita masih bersama dulu..
- Him: ya.. Tapi ini kamar mandiku.
Pada titik tertentu kamu akan sadar bahwa kamu tidak akan mati hanya karena patah hati. Walaupun kamu sempat memikirkan kemungkinan itu, percayalah kamu akan sampai pada titik itu dengan cara kamu sendiri. Semoga lebih cepat daripada lebih lambat. Bagiku butuh bertahun tahun sebelum akhirnya aku benar benar sadar bahwa memang dia bukan yang tepat bagiku. Itu cuma tahun tahun penuh dengan janji janji tanpa sebuah aksi untuk membuktikannya. Tahun tahun penuh pengorbanan yang aku lakukan hanya untuk bisa berada disaat saat sebelum akhirnya aku pun menyerah. Kalau aku mengingatnya kembali aku merasa malu sendiri karena ternyata sedikit sekali usaha yang dia tempuh untuk mencintai aku, Menginginkan aku, mempertahankan aku sampai sampai usahanya yang sebenarnya tidak berarti apa pun sudah bisa membuatku senang. Aku membangun berbagai macam alasan atas ketidakmampuannya memperlakukan aku dengan baik sampai bahkan gerak tubuh sekecil apapun akan menambah alasan dikepalaku. Setelah bertahun tahun akhirnya aku bisa mengatasi kebodohanku dan menyadari bahwa selain terus menerus merasa tidak nyaman dan rentan mengenai hubungan ini kita juga menginginkan sesuatu yang berbeda dalam hidup kita. Kebebasan untuk menyadari bahwa aku bisa berdiri sendiri. Aku mengajaknya bicara dan bilang padanya bahwa dia sudah membuang buang waktuku. Dengan tidak memberi komitmen apapun. Apakah ia mau memperbaiki masalah yang kami hadapi atau TIDAK, dia membuatku berada dalam hubungan yang menyiksa dan aku sudah tidak tahan lagi. Jadi aku berikan dia pilihan. “Kamu bisa pilih menyelesaikan masalah itu atau TIDAK menyelesaikannya. Dia tidak bisa memutuskan dan meminta waktu. Aku memberinya waktu seminggu. Walaupun aku tau sebenarnya ia sudah memberikan jawaban, tapi aku berusaha untuk melakukan yang terbaik. Setelah seminggu kemudian aku tanya lagi padanya, dan dia bilang dia masih tidak tau. (YA) itu adalah sebuah jawaban. Kalau kamu mau bersama aku kamu akan melakukan apapun untuk membuat hubungan ini berhasil. Tapi sejak saat itu aku tau… “Aku tidak tau” berarti TIDAK! “Aku tidak tau” berarti aku terlalu pengecut untuk memberi tau kamu yang sebenarnya karena aku tidak bisa menghadapi kekecewaanmu. “Aku tidak tau” berarti tolong kamu saja yang memutuskan karna aku tidak mau lebih menyakitu perasaan kamu lagi dari yang sudah aku lakukan. :)